Postingan

Untuk Siapa Pengerukan Alur Ambang Barito?

PROYEK pengerukan alur mungkin abadi,  karena harus terus menerus mengeruk alur pelayaran antara Ambang Muara Barito yang terkoneksi dengan Laut Jawa. Lantas untuk siapa pengerukan Alur Barito itu? Tentu jawabannya adalah untuk arus perdagangan barang dan jasa di Kota Banjarmasin, sebagai pintu gerbang Kalimantan Selatan dan mungkin saja Kalimantan Tengah. BEBERAPA dekade terakhir, alur Barito terus mengalami pendangkalan, terutama di daerah hilir/muara. Mengapa ini bisa terjadi?  Kita bisa melihat aktivitas apa yang ada di daerah hulu Barito? Sebab, sudah  bukan rahasia lagi, jika hutan-hutan di Kalimantan sedang dan terus berlangsung eksploitasi, mulai dari penebangan hingga aktivitas pertambangan. Akibatnya, hutan semakin banyak yang gundul dan dibiarkan terbuka  menganga.  Bisa dibayangkan bagaimana jika terjadi hujan lebat di daerah hulu, selain air yang melimpah (banjir), air sungai akan menjadi kotor akibat kandungan tanah atau lumpur y...

BPS: Kalimantan Penduduk Miskinnya Sedikit, Prestasi atau Manipulasi

Gambar
  Tentu suatu kebanggan jika daerah kita disebut daerah yang jumlah penduduk miskinnya paling sedikit se-Indonesia. Tapi bagaimana realitanya, tentu masih bisa diperdebatkan. Pertanyaannya? Bagaimana BPS menakar, kadar kemiskinan suatu daerah? Jika bertolak dari penghasilan rata-rata harian di atas 2 dolar baru disebut penduduk itu bebas miskin? Apakah setiap daerah bisa disama ratakan?..... Misalnya kadar uang 10 ribu di Pulau Jawa dengan di Pulau Kalimantan tentu berbeda. Di Kalimantan, jika kita makan di warung kaki lima harga rata-rata makan+minum untuk 1 orang 1x makan paling murah 15 ribu. Artinya? Jika tetap ingin bisa bertahan hidup di Kalimantan minimal penghasilan perhari 50 ribu, jika dibawah itu anda pasti akan kesulitan... Atau bisa dikatakan anda miskin. Ini artinya hidup di Kalimantan 4 dolar perhari itu masih miskin. Data BPS ini penting diperdebatkan, karena menyangkut psikologis orang yang mendengarkan kabar ini. Dengan informasi demikian seolah...

Tersesatku di Refleksi Lingkungan Hidup

Tiba-tiba telpon genggamku berdering, diujung telpon ternyata seorang sahabat yang mengajak ketemu dan diskusi di rumah makan dekat tempat tinggalku. Tanpa bertanya lagi aku mengiyakan untuk bertemu. Beberapa saat kemudian aku meluncur menemui sahabatku, itu. Setibanya, aku sempat tidak percaya, ternyata pertemuan itu cukup formal, dimana sahabatku itu merupakan salah satu pembicaranya. Semula aku sudah mau berbalik arah, tapi setelah membaca tema acara tentang Refleksi Lingkungan Hidup 2011 di daerahku. Hmm... Melihat materi pembicaraan yang menarik, aku memilih bertahan. Karena aku memang menyukai hal-hal yang berkaitan lingkungan hidup. Selain karena bidang pengetahuan yang sedikit memadai, aku juga prihatin tentang kerusakan lingkungan yang seolah tidak berujung. Satu per satu pembicara bergantian memaparkan tetang lingkungan hidup dari berbagai sudut pandang, sesuai kompetensinya masing-masing. Ketika dibuka sesi diskusi, aku tidak menyianyiak...

Sondang dan RD, 2 Anak Bangsa Berprinsip

Bunuh diri, mundur konon sering dilakukan oleh pejabat-pejabat di negara-negara Asia Timur, seperti Korea dan Jepang, jika gagal atau malu atas skandal publik. Tapi setidaknya, pekan-pekan terakhir ini, kita tersentak atas ke- kondang -an Sondang yang berani membakar diri di depan istana hingga nyawanya melayang. Atau pernyataan mundur pelatih timnas-u23, yang nekat mundur karena ‘merasa’ tidak berhasil memperoleh emas. Antara Sondang dan RD memang memiliki latar masalah yang berbeda, tapi setidaknya ini membuktikan di negeri ini punya anak-anak bangsa yang memegang teguh dan mengerti atas pentingnya suatu prinsip! Ada anak bangsa yang bingung, bagaimana dapat bermanfaat bagi anak-anak bangsa lainnya yang masih tertindas dan hidup berketidakadilan, direfleksikan oleh nekatnya Sondang , menyampaikan berita kepada bangsa ini dengan caranya, meski pun ada yang menganggap itu mati konyol. Tapi pesan Sondang seharusnya bisa membuka mata kita, itulah realita bangsa i...

ideas that work

Gambar
"membuat gambar susah, tidak sekedar pengetahuan tapi juga bakat".... namun ada yang lebih susah.... "merealitakan gagasan"

Pelanggaran Kolektif Atas Hak-hak Alam

Atas nama ’pembangunan’, pemerintah dan perusahaan- perusahan trans-nasional, secara terus-menerus menyerobot tanah, air, hutan, dan mineral. Semua ini mendorong pelanggaran hak asasi manusia dan lingkungan, seperti penyabotan atas tanah, penggusuran, polusi dan pengrusakan sumberdaya alam, kehadiran polisi, pamong praja, militerisasi, kekerasan, intimidasi, dan hal-hal buruk lainnya, menjadikan konflik-konflik horisontal tak terhindarkan. Teori lama mengatakan, manusia mengalami beberapa kali revolusi hubungan dengan alam. Fase Pertama manusia dikuasai alam, selanjutnya manusia seiring dengan alam, dan fase yang kita nikmati dampaknya sekarang adalah fase penguasaan manusia terhadap alam. Secara resmi, hubungan antara hak-hak manusia dan lingkungan, untuk pertama kalinya muncul pada tahun 1972 di Konferensi Stockholm tentang Lingkungan Manusia (the Human Environment). Pertemuan Rio de Janeiro (Earth Summit) pada tahun 1992 berhasil menyusun aturan normatif untuk hak-hak manusia dan ...

Global Warming Dosa Kolektif Pembangunan

Apa itu Global Warming? Global Warming atau biasa juga disebut pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas buang CO2 yang tak terkendali dari aktivitas manusia di muka bumi, menimbulkan efek rumah kaca sehingga radiasi matahari yang masuk ke atmosfir bumi tidak kembali terpantul ke angkasa luar melainkan tetap berada di atmosfir karena di ‘ikat’ oleh CO2 yang meningkat dipermukaan bumi. Akibatnya naiknya suhu permukaan bumi dari waktu ke waktu. Meningkatnya suhu permukaan bumi ini menyebabkan mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan air laut, pergeseran musim, terjadinya deposisi asam, penipisan lapisan ozon. Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa luas lapisan es di Greenland yang mencair bisa mencapai dua kali luasan Amerika Serikat, dengan kecepatan mencair tahun 2007 lebih tinggi dari rata-rata 1988 hingga 2006. Dengan menggunakan data citra satelit, para peneliti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membandingkan rata-rata salju yang mencair di Greenland tiap...